Keempat juri memberikan standing ovation untuk penampilan Putri Ariani di babak semifinal AGT 2023. Respon dari para juri sangat baik bahkan Simon Cowell menyampaikan bahwa dia tidak dapat berkata apa-apa.
Dialah Putri Ariani, seorang peserta kontestan America Got Talent yang sensasional setelah memperoleh Golden Buzzer dari Simon Cowell di audisinya. America Got Talent merupakan ajang Talent Show Off yang sudah digelar sejak tahun 2006. Banyak melahirkan performer-performer dari berbagai jenis bakat. Mulai dari music, dance, sulap, stand up comedy, dan bakat-bakat lainnya dari seperta yang berasal dari seluruh dunia meskipun acaranya bertajuk America.
Penampilan perdana Putri Ariani yang membawakan lagu ciptaannya sendiri dengan penampilannya sebagai seorang tuna netra tentu memberikan kesan tersendiri bagi dewan juri dan penonton acara tersebut. Secara pribadi, saya juga menyukai lagu tersebut yang kemudian diviralkan dengan versi yang berbeda oleh seorang ibu-ibu.
“Yu briiiik may hert brik my hert…seperti lagu lagu Disney” hayoo siapa yang kebayang dengan lagu ini ketimbang lagu aslinya???
Lolosnya Putri Ariani di ajang tersebut sebenarnya bukan orang Indonseia yang pertama kali, dulu pernah juga pesulap Demian dan Sacred Riana tampil di acara tersebut yang mungkin tidak mendapat sorotan sebesar Putri Ariani. Bahkan konon salah satu alasan Sacred Riana gagal lolos ke semifinal AGT, dikarenakan trik sulapnya yang terlalu seram bahkan untuk ukuran penonton Amerika. Mungkin perlu sering-sering nonton fillm tentang kuntilanak ya.
Kembali ke Putri Ariani, berita tentang lolosnya ke AGT dengan golden buzzer dari Simon Cowell tentu menjadi trending di Indonesia. Berbagai media kemudian ramai-ramai memberitakannya. Putripun menjadi selebriti baru yang wara-wiri di layar kaca. Terakhir dia menyanyi di istana presiden dalam perayaan 17 Agustus. Lagunya juga mulai sering didengar di radio-radio dan bahkan dicover oleh penyanyi sekelas Adele. Sungguh prestasi yang spektakuler. Tentu semua ini diperoleh Putri bukan dengan cara instan dan seperti terjadi dalam semalam saja di panggung AGT. Pasti prosesnya berliku-liku.
Putri Ariani dapat tampil di AGT dengan jalur undangan. Setidaknya itu yang saya baca dari media-media mainstream di Indonesia. Putri diundang karena sering “memamerkan” bakat menyanyi dan bermain musiknya melalui media social. Sebenarnya bernyanyi dan main music mungkin banyak orang yang bisa, namun ditambah menciptakan lagu serta kondisi Putri yang tuna netra tentu memiliki nilai tersendiri. Media social saat ini memiliki peran yang sangat besar dalam mempromosikan sesuatu. Dalam kasus Putri, media sosiallah yang menyebabkan Putri di posisi saat ini. Masih terbayang saat belum ada media social, kita melihat orang terkenal hanya melalu televisi. Ditambah lagi dengan Youtube, bukan siapa-siapa bisa menjadi artis terkenal. Contoh : Atta Halilintar dan masih banyak lagi.
Di kantor saya sendiri, saya menawarkan kesempatan seorang anak SMA untuk magang hanya karena melihat portofolio di IG nya yang sangat menarik. Banyak foto-foto dan desain hasil karyanya yang dia pasang di feednya sehingga saya tahu anak ini memiliki bakat. Baru saja saya juga rapat via zoom dengan sekelompok anak muda yang sedang trend. Dari perbincangan, mereka hanya sekelompok anak muda yang tadinya tergabung di stau grup WA dan iseng membuat konten di reels, kemudian BOOM. Viewers mereka tembus di atas 1 juta dan sekarang mereka menerima endorse termasuk dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini.
See… banyak kesempatan yang dihasilkan dari media social. Saya pribadi juga pernah mencicipi bagaimana rasanya diendorse karena salah satu media social Instagram yang saya miliki cukup aktif dengan follower di atas 10 ribu. Sosial media saat ini bukan lagi dipandang sebagai sumber masalah, namun bisa menjadi sumber penghasilan. Baik melalui menjual brand orang lain, maupun membranding diri sendiri. So use it for good.
Meskipun factor keberuntungan juga tidak dapat dielakkan, namun factor konsistensi dan keinginan untuk berkembang juga tidak kalah pentingnya. Untuk kasus Putri Ariani, saya sempat baca bahwa Putri tetap ingin melanjutkan sekolahnya meskipun kini tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan manggung dan mengisi acara. Salut. Meskipun di awal saya sempat berpikir bahwa ini hanya gimmick AGT dalam mendulang pemirsa dari salah satu negara dengan waktu menonton televisi dan pengguna internet terbesar di dunia, namun akhirnya saya juga mendoakan semoga Putri dapat melanjutkan kiprahnya di AGT hingga final dan bisa menjadi juara.
Itulah sudut pandang saya. Terima kasih sudah membaca.

