Korupsi 271 Triliun??? OMG!!

Korupsi
Hiburan SosialLeave a Comment on Korupsi 271 Triliun??? OMG!!

Korupsi 271 Triliun??? OMG!!

Masih hangat ya pemberitaan tentang pasangan Disneyland yang menghebohkan para netizen Indonesia. Bagaimana tidak, di tengah kisruhnya sidang sengketa pemilu tiba-tiba kita terkejut dengan berita atas penangkapan Harvey Moeis, suami dari Sandra Dewi (bukan Dewi Sandra) karena sangkaan korupsi. Pasangan yang terkenal sepi dari gossip namun sering memperlihatkan kehidupan rumah tangga harmonis, bahagia, dan hidup mewah impian semua pasutri di Indonesia.  Apalagi di beberapa wawancara, Sandra Dewi sering bercerita betapa “sederhana” hidupnya. Betapa baiknya sang suami sampai harus memaksanya untuk untu berbelanja. Betapa dermawannya sang Harvey Moeis, minta 100 ribu malah meperoleh 10 juta. Saking kayanya pasangan ini sampai-sampai anaknya minta hadiah peswat remote control malah langsung dapat hadiah private jet seharga 400 Milyar. Tuh..gimana gak menjerit jiwa misqueen para netizen.

Namun semua citra itu runtuh seketika. Saya ingat banget momen membaca berita pertama tentang hal ini karena istri mengirim dm dengan tautan berita lambe turah saat Harvey Moeis terborgol dan mengenakan rompi oranye. Saat itu saya Cuma bereaksi : tidak ada kehidupan rumah tangga yang sempurna. Jadi kebahagiaan mereka selama ini kemungkinan berasal dari uang hasil korupsi yang mencapai 271T. Bahkan pada saat penggeledahan di rumahnya, penggeledah menemukan uang senilai Rp76 Milyar. Wah….para pemelihara tuyul gak ada yang pernah mampir nih?

Benarkah Korupsi Sebesar Itu?

Tapi wait… 271 Triliun korupsinya? Apa benar? Kok bisa sebesar itu dan gak baru ketahuan???

Banyak yang kemudian membayangkan nilai uang 271 triliun tersebut kayak apa. Ada yang mengukurnya dengan tinggi Gedung, Panjang jalan, sampai ngebayangin jika uang sebanyak itu untuk membeli sayur mayur sampai tas sekolah. Tapi sebenenarnya apakah memang Harvey Moeis dan teman-temannya ini memang mengkorupsi uang negara hingga 271 Triliun banyaknya? Ternyata setelah saya cari kebenarannya, nilai 271 triliun tersebut bukan dalam bentuk uang. Namun dalam bentuk kerugian negara akibat kerusakan alam oleh perusahaan yang terafiliasi dengan Harvey Moeis ini. Yup benar, itu adalah taksiran kerugian akibat kerusakan alam yang muncul dari praktek pertambangan timah illegal. Saya tidak akan membahas mekanismenya karena kurang mengikuti juga, namun yang saya soroti adalah kerusakan alamnya yang mencapai 271 triliun.

Jadi Harvey Moeis dan kawan-kawannya ini tidak benar-benar mencuri uang 271 Triliun secara fisik. Namun aktifitas yang mereka lakukan mengakibatkan negara kita mengalami potensi kerugian akibat kerusakan alam sebenar 271 triliun. Inipun angkanya masih kotor katanya dan kemungkinan akan lebih besar dari jumlah ini. Memangnya bisa menghitung kerusakan alam dengan nilai rupiah? Tentu saja bisa, namun bentuknya bukan angka pasti tapi semacam potensi. Masih ingat kan kasus terbakarnya Kawasan Gunung Bromo akibat ulah pasangan prewed tahun lalu? Nah bayangkan saja akibat dari kebakaran tersebut, ada berapa orang di Kawasan tersebut yang merugi dari hasi sewa jeep misalnya? Dari sana saja kita sudah bisa menghitung. Belum dengan upaya pemadaman apinya, berapa ton gallon air yang untuk menyiramnya? Itu ada harganya. Dalam kasus tambang timah ini, kira-kira berapa biaya untuk mengembalikan alam di pulau Bangka-Belitung akibat pertambangan liar?? Itulah nilai yang terhitung sehingga ketemu angka 271 Triliun tadi.

Konspirasi?

Nah kalau kerugian akibat kerusakan lingkungannya saja sebesar itu, kira-kira perusahaannya untung berapa?? Nah ini agak anomaly, jika berkenaan dengan PT Timah Tbk yang disangkut pautkan dengan kasus ini, maka tidak ada keuntungannya. Berdasarkan Laporan keuangannya, PT Timah Tbk masih mengalami kerugian hingga saat ini. Wah…jadi buat apa dong merusak alam tapi gak untung?? Ya..menurut saya sih tetep untung, tapi keuntungannya hanya untuk memperkaya beberapa orang saja, salah satunya ya mungkin Harvey Moeis dan kawan-kawanya yang telah tertangkap tersebut.

Tapi seperti biasa, di negara kita ini teori konspirasi selalu menyelimuti setiap kasus yang ada. Banyak netizen berspekulasi bahwa kasus ini sengaja muncul untuk mengalihkan perhatian masyarakat kita terhadap kasus sengketa pemilu. Ada juga yang beropini bahwa setoran Harvey Moeis dkk ini kurang, entah setoran kemana? Terbukti hingga saat ini belum ada pihak aparat negara yang tertangkap atas dugaan terlibat dalam korupsi 271 Triliun tersebut. Sangat aneh karena biasanya kalau dalam setiap kasus korupsi selalu melibatkan aparatur negara. Bahkan KPK pun seolah tidak bersuara tentang kasus ini. Dan kerugian 271 Triliun tersebut terhitung dari tahun 2015.

Wah…kok baru sadar sekarang???

Apapun kasusnya nanti, dan bagaimanapun akhirnya ada pesan penting yang bisa dipetik dari kasus ini. Bahwa kerusakan alam yang ditimbulkan dari usaha pertambangan di Indonesia jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan kerugian yang luar biasa. Yang rugi sebenarnya bukan hanya kita namun generasi penerus kita nanti. Mereka akan diwariskan alam yang sudah dikuras sumberdayanya dan rusak karenanya. Selain itu, dari kasus Harvey Moeis kita bisa belajar bahwa tidak ada kehidupan rumah tangga yang sempurna. Masalah selalu ada di setiap pasangan. Bersyukurlah jika dalam rumah tangga kita, masalahnya cuma bingung hari ini mau masak apa lagi.

Itu sudut pandang saya, terima kasih sudah membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top